Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, 14 April 2017

Nikah muda ngga ya ??

semoga kita selalu di berikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT , amin amin ya rob...
terimakasi para pembaca , kali ini masi berkesempatan untuk mengunjungi diari kecil saya untuk sharing Knowledge.  
tema yang akan saya coba tulis kali ini adalah "Nikah Muda".


mendengar kata "Nikah Muda" apa yang ada di benak kita? tentunya adalah hal yang tabu dan tak layak untuk di perbincangkan karena pemikiran modren membawa kita berfikir apakah hal sakral seperti itu bagi seorang remaja akan mampu menjalani nya? Banyak nya isu yang saya dengar dengar mengenai opini menikah dini. salah satunya, ntar cewe ga bisa karir loh, jadi pembantunya si suami loh , ga bisa bergaul dengan banyak orang dan sepanjang waktu hanya stay at home, temen temen ngejauh and bla bla..
tapii taukaah girls, sebetulnya nih, kita ga perlu takut untuk melangkah ke jenjang yang lebih mematang kan kita. ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan sebelum kita judge nikah dini itu banyakan mudharat dari pada mamfaatnya :)

dikutip dari beberapa sumber yang saya baca, mamfaat menikah di umur 20 tahunan itu banyak banget. namun, sedikit banyaknya  mari kita simak penjelasan berikut : 

pertama, Secara psikologis kita akan lebih bahagia menurut “Knot-Yet Report” dari National Marriage Project 2013, mengatakan bahwa mereka yang menikah muda pada Usia 20-an akan lebih bahagia dan puas dalam menjalani hidupnya. bagaimana tidak, mereka yang sudah berstatus halal dengan umur yang masi muda akan lebih mudah mngekspresikan rasa sayang dan cinta secara lepas dan tanpa adanya rasa was was bakal melanggar norma norma agama dan sosial. so,  kalau pasangan kita sedang butuh rechange and semangat, kita bisa leluasamemberikan masukan dari hati kehati melalui sentuhan fisik ya mas and sist hehe 


kedua, lebih mudah meraih kesuksesan . mereka yang menikah muda akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk saling mendukung, pada vase ini, setiap pasangan sama sama paham bahwa mereka sedang berusaha dari titik nol. Energi yang di gunakan  untuk menjemput rezeki pun masih prima serta dukungan lebih nyata di rasakan pada tiap pasangan.  ketenangan dan ke stabilan emosi membuat pasangan menikah muda lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas.  

jadi, banyak opini yang mengatan bahwa menikah bakal buat kamu ga produktif dalam menjalani masa muda itu ngga sepenuhnya benar, karena semua itu tergantung dari  seberapa besar motiasi pasangan untuk menjalani hidup lebih baik dari sebelumnya. Agama kita juga mengajarkan dalam Alquran,  
dan nikahkan lah orang-orang yang sedirian di antara kamu denga orang yang layak di nikahkan dari hamba sahayamu yang laki laki maupun perempuan, jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia nya, dan Allah maha luas pemberiannya dan maha pengetahui (surah An-Nur : 32) 

masih banyak alasan? ada lagi yan mau bilang sukses dulu baru nikah, di pikir pikir lagi ya guys hehee..

Ketiga, Dewasa terhadap Masalah. banyak yang berfikir bahwa menikah muda itu rawan perceraian karna kita dan pasangan belum bisa mengendalikan emosi, pendapat ini tidak sepenuhnya benar  karena lambat atau cepat nya seseorang menikah pasti akan menemukan namanya  masalah. dan tak peduli  berapaun usia kita menikah. menikah lebih awal akan membuat kita lebih dewasa dan membuat kita lebih bertanggung jawab terhadap hidup. menikah lebih awal juga  akan membuat kita berfikir bagaimana cara menata kehidupan dari yang tadinya di subsidi oleh orangtua kini harus menata hidup sendiri bersama pasangan . disinilah akan  terbentuk pribadi yang tadinya manja menjadi penuh pemahaman dan dewasa dalam menyikapi persoalan hidup. karna kita tau hidup berdua memang menuntut kerja sama untuk saling mempertahankan dan saling mencukupi satu sama lain.

Keempat, Rasa Pacaran Tapi Halal Nikah muda akan membuat pasangan Muda merasakan bunga bunga pacaran, kita dan si dia masih bisa bisa jalan jalan berdua, nnton Konser ala anak muda berdua, kelayapan berdua tanpa adanya was was bakal di cari orangtua dan ke pergok warga berbuat macem macem hehe, foto-foto after wedding juga bakal lebih keren daripada prawedding, karna se-ekpresif apapun udh halal Gan, semua kesenangan anak muda bisa di nikmati bersama bedanya mah sekarang udah halal, pacaran, tapi uda bole bobo-bobo cantik berdua, cinta lebih bebas di ekspresikan dalam bentuk apapun.




Kelima, Lebih Produktif menikah di umur dua puluhan memiliki peluang memperoleh anak lebih tinggi, di bandingkan pengantin wanita yang menikah di umur 30-han. para ahli juga mengatakan bahwa usia dua puluhan adalah masa puncak kesuburan wanita dari sudut pandang biologis, inilah seharusnya waktu yang tepat untuk perencanaan mempunyai keturunan.
nah nih buat cowo yang udh punya calon, jagan suka nyuru nunggu lama-lama ya hehe Wanita itu butuh kepastian di antaranya masuk kedalam kategori yang seperti ini.



Keenam , kuat lebih lama mencari dalam nafkah bagaimana tidak , ketika kita menikah muda di umur 20 tahun, dan memiliki anak di umur 21 , ketika anak kita berumur 20 tahun dan sedang membutuhkan biaya yang lebih banyak untuk studynya, kita masi prima dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan anak anak.dan bayangin ketika kita menikah di umur yang sangat matang, 30 tahun, ketika anak pertama kita berumur 18 tahun saat itu kita sudah 48 tahun, saat itu anak sedang membutuhkan banyak biaya pendidikan, belum lagi anak kedua anak ke tiga.  waahh jangan sampai itu jadi balada kita kelak ya, menjadi mamapapa muda tetap menjadi pilihan terbaik mas, dan sist.


Ketujuh, Bisa jadi orantua gaul loh saat kita menikah pada usia muda, kita akan memiliki jarak umur yang tidak jauh dengan anak. punya anak yang sudah dewasa saat kita masih muda akan membawa keseruan tersendiri, kita tidak akan gaagap dengan perkembangan zaman, dapat mengobrol dengan anak selayaknya teman. Hubungan dan komunikasi yang dekat antara orangtua dan anak akan berdampak baik pada psikologis anak. anak juga akan lebih pede bawa temen-temen nya karna mama papanya masi gaul,



hehe punya pengalaman dong ya kita pastinya , ngeliat orangtua temen yang masi muda dan romatis, bahkan kaya kakak adik sama anaknya , weeww all is good.


So,  dari beberapa penjelasan sederhana di atas udah bisa sedikit terbayangkah jawaban yang cocok di sematkan dalam menjawab judul postingan saya kali ini hewhewhew....

Friday, 18 March 2016

Contoh Kasus Lapangan Mengenai "Fungsional Silos"

Kali ini saya akan membahas mengenai fungsional silos pada sebuah organisasi atau perusahaan fungsional silos di ambil dari dua kata yakni FUGSIONAL "keguanaan menurut fungsi dan kedudukannya" SILOS "yakni mengacu pada kurangnya komunikasi dan tujuan bersama antar departemen dalam departemen  atau dalam suatu organisasi.

Jadi secara umum fungsional silos ini bisa di kaitkan sebagai lost komunikasi antar departemen atau divisi dalam  organisasi. sehingga tiap perdivisi hanya peduli  terhadap pekerjaannya masing masing.
sebenarnya tujuan yang ingin di capai silo ini adalah mengoptimalkan tujuan fungsional yang mungkin menjadi sasaran organisasi. tetapi dalam sebuah organisasi agar mencapai sebuah tujuan yang di harapkan tetntu harus menjaga komunikasi antar divisi agar tiada lost komunikasi atau tidak hanya berfokus pada pekerjaan yang di amanahkan, sehingga tidak terjadi yang namanya "silo".

Berhubung tugas saya kali ini mengenai drama yang berkaitan dengan "fungsional silos"
maka satu kelompok di bagi setiap orang mendapatkan 1 peran. satu kelompok terdiri dari 6 orang
masing masing mendapatkan peran sebagai:


  • Pelanggan
  • Bagian pemasaran
  • Bagian perancanaan
  • Bagian produksi
  • General manager
  • Pembahas/moderator
Disini  drama yang akan kami tampilkan mengenai "Silo produksi pada usaha Jahit pakaian"
langsung saja cuplikan naskah drama nya :D

untuk dramanya menggunakan inisial sesuai dengan bagian2 peran:
BP: bagian Perancangan
BPr : bagian  produksi
GM :generaal manager
PELANGGAN :pelanggan

prolog: seorang wanita menawarkan jasa jahit baju di toko baju langganan kepada temannya yang ingin menghadiri pesta pernikahan sahabatnya. lalu si pelanggan tersebut datang ke toko yang telah di rekomendasikan temannya tersebut

Pelanggan : permisi mbaa , ..

GM : iya ada yang bisa saya bantu ?

Pelanggan : saya mau tempah baju  untuk acara pesta

GM : oh bisa mbaa ,ini designer kami silahkan  untuk pilih pilih model dan bahan. ayo kesebelah sini kak (sambil mengarahkan pelanggan untuk masuk ke sebuah ruangan)

GM : . oh baiklah kalo begitu silahkan pilih2 dulu ya mba, saya mau lanjut kerja lagi ke ruangan.

Pelanggan :oke mbaa ..

didalam ruangan, pelnggan dan karyawan(Bagian perencanaan) konsultasi dan pelanggan memilih milih kain yang akan di jadikan baju pesta. dan melakukan pengukuran baju sesuai dengan ukuan tubuh si pelanggan.
setelah di design sesuai, kemudian  si designer menyerahkan design baju dan ukuran tersebut kepada penjahit(bagian produksi) untuk di jahit.
dan baju itu sepakat di jemput seminggu kemudian.

(Seminggu kemudian) pelanggan kembali datang hendak untuk menjemput baju yang telah di pesan seminggu yang lalu

Pelanggan : kak, aku mau jemput baju yang semalam nih, udh siap belum?

BP : oh udh kak tunggu sebentar ya, aku ambil dlu ke dalam. (masuk ke dalam ruangan B.produksi)
ini kak bajunya.

Pelangggan : iya kak makasi ya aku buru buru nih, (mengambil baju dan langsung pulang).

sesampainya di rumah pelanggan mencoba baju tersebut dan merasakan ketidak nyamanan dan tidak pas di bagian lengan dan dada pada baju yang baru saja dia pesan.

Pelanggan : ini giimana sih kok jadi sempit gini  padahal acaranya 2 hari lagi.

kesesokan harinya pelanggan mendatangi tempat penjahitan dimana dia memesan baju 
dan kali ini si pelanggan hanya menemui bagian produksi di sebuah usaha jahit tersebut..

Pelanggan : , aku mau komplain  baju aku kok sempit gini di bagian dadanya,  padahal acara pesta nikahannya  besok..

BPr :oh maaf bu sebelumnya kami hanya melakukan kerja sesuai dengan pola dan design yang telah di siapkan atau di bentuk oleh designer nya, jadi kalau ada kesalahan atau ketidak puasan mengenai baju ini, sebaiknya langsung saja kepada bagian design nya karna bagian itu yang mengukur ukuran baju nya ibu..

Pelanggan : saya ngga mau tau pokoknya..

BPr : iya bu tunggu sebentar

BPr pun masuk kedalam ruangan bagian perencanaan dan menjelaskan bahwa ada pelananggan yang kompain mengenai baju pesanan.

BPr : ada pelanggan yang kompain mengenai baju pesanan seminggu yang lalu dan sekarang ibu itu mengeluh bahwa baju nya kekecilan. ibunya ngotot ke saya padahal saya hanya membuat baju sesuai dengan pola dan design yang sudah di tentukan .

BP : perasaan saya sudah mengukur badan ibu itu sesuai dengan permintaan yang beliau minta dan ibu itu meminta bahwa inginnya baju trsebut pas di badan . saya bingung kalau si ibu bilang bajunya kekecilan.
coba kamu cek lagi atau kamu yang salah menjahit polanya ,,


di tengah perdebatan General manager datang 

GM : ada apa ini ??

BPr : begini di depan ada pelanggan kompain mengenai baju nya. padahal saya sudah jahit sesuai ukuran yang di design.lalu beliau kompain tidak muat.

BP : saya juga sudah mengukur sesuai badan ibu sesuai juga dengan permintaannya yakni dengan ukuran pas.

GM : tunggu sebentar saya akan menemui konsumennya

GM : bajunya kekecilan ya mbaa  ?

Pelanggan : iya , ini gimanasih , padahal pestanya  besok. kalau di perbaiki lagi, apa itu siap dan sesuai?

GM : gini aja mbaa, bajunya akan kami  permak ulang  dan insyaallah akan selesai sore nanti dan sebagi  wujut permintaan maaf kami, akan di antar langsung ke rumah mba langsung.

Pelanggan : oke ya mbaa, saya butuh capat karna saya ngga mau terlihat ngga siap untuk besok.

GM : oke kak , makasi yaa dan maaf untuh kesalahan kami..

Pelanggan :ngga masalah mba asalkan ada pertanggung jawabannya. kalau gitu saya mau pulang dulu.

setelah pelanggan pulang, GM menemui BP dan BPr

GM : permisi senbentar boleh ikut saya keruangan saya ?
(setelah sampai di ruangan) boleh saya lihat catatan ukuran pola ?

BP :ini bu

GM : coba saya tanya (BP) ini ukuran dada berapa ?

BP : 95 bu

GM : menurut kamu ini ukuran berapa (BPr) ?

BPr : 93 bu

GM : ya itu,  untuk kamu (BP) lain kali kalau nulis angka yang jelas sehingga ketika proses produksi barangn  tidak trjadi salah paham. dan untuk kamu (BPr) kalau udh jelas tulisannya kurang jelas langsung saja tanyakan dan jangan bertahan dengan anggapan yang memang kurang jelas.
saya harap lain kali kalian bisa bekerja sama dengan baik ya. demi kepercayaan konsumen. saya tidak mau ada kasus seperti ini lagi lain kali ..

(BP,BPr) : baik bu ...

#TAMAT

Inti silo dalam kasus di atas :
Disini terjadi "silo" antara bagian produksi dan bagian perencanaan, sehingga ketika ada kesimpang siuran, tidak ada komunikasi yang jelas sehingga menyebab kan output atau hasil akhir dari produksi barang tersebut menjadi berbeda dengan yang seharusnya.

Penyelesaian maslaah dari kasus di atas adalah :
Bagian General manager  meminta maaf kepada konsumen dan bersedia menjanjikan pendekorasian ulang baju untuk si pelanggan dengan cepat dan dengan layanan antar barang sebagai bentuk permintaan maaf.