Friday, 18 March 2016

Contoh Kasus Lapangan Mengenai "Fungsional Silos"

Kali ini saya akan membahas mengenai fungsional silos pada sebuah organisasi atau perusahaan fungsional silos di ambil dari dua kata yakni FUGSIONAL "keguanaan menurut fungsi dan kedudukannya" SILOS "yakni mengacu pada kurangnya komunikasi dan tujuan bersama antar departemen dalam departemen  atau dalam suatu organisasi.

Jadi secara umum fungsional silos ini bisa di kaitkan sebagai lost komunikasi antar departemen atau divisi dalam  organisasi. sehingga tiap perdivisi hanya peduli  terhadap pekerjaannya masing masing.
sebenarnya tujuan yang ingin di capai silo ini adalah mengoptimalkan tujuan fungsional yang mungkin menjadi sasaran organisasi. tetapi dalam sebuah organisasi agar mencapai sebuah tujuan yang di harapkan tetntu harus menjaga komunikasi antar divisi agar tiada lost komunikasi atau tidak hanya berfokus pada pekerjaan yang di amanahkan, sehingga tidak terjadi yang namanya "silo".

Berhubung tugas saya kali ini mengenai drama yang berkaitan dengan "fungsional silos"
maka satu kelompok di bagi setiap orang mendapatkan 1 peran. satu kelompok terdiri dari 6 orang
masing masing mendapatkan peran sebagai:


  • Pelanggan
  • Bagian pemasaran
  • Bagian perancanaan
  • Bagian produksi
  • General manager
  • Pembahas/moderator
Disini  drama yang akan kami tampilkan mengenai "Silo produksi pada usaha Jahit pakaian"
langsung saja cuplikan naskah drama nya :D

untuk dramanya menggunakan inisial sesuai dengan bagian2 peran:
BP: bagian Perancangan
BPr : bagian  produksi
GM :generaal manager
PELANGGAN :pelanggan

prolog: seorang wanita menawarkan jasa jahit baju di toko baju langganan kepada temannya yang ingin menghadiri pesta pernikahan sahabatnya. lalu si pelanggan tersebut datang ke toko yang telah di rekomendasikan temannya tersebut

Pelanggan : permisi mbaa , ..

GM : iya ada yang bisa saya bantu ?

Pelanggan : saya mau tempah baju  untuk acara pesta

GM : oh bisa mbaa ,ini designer kami silahkan  untuk pilih pilih model dan bahan. ayo kesebelah sini kak (sambil mengarahkan pelanggan untuk masuk ke sebuah ruangan)

GM : . oh baiklah kalo begitu silahkan pilih2 dulu ya mba, saya mau lanjut kerja lagi ke ruangan.

Pelanggan :oke mbaa ..

didalam ruangan, pelnggan dan karyawan(Bagian perencanaan) konsultasi dan pelanggan memilih milih kain yang akan di jadikan baju pesta. dan melakukan pengukuran baju sesuai dengan ukuan tubuh si pelanggan.
setelah di design sesuai, kemudian  si designer menyerahkan design baju dan ukuran tersebut kepada penjahit(bagian produksi) untuk di jahit.
dan baju itu sepakat di jemput seminggu kemudian.

(Seminggu kemudian) pelanggan kembali datang hendak untuk menjemput baju yang telah di pesan seminggu yang lalu

Pelanggan : kak, aku mau jemput baju yang semalam nih, udh siap belum?

BP : oh udh kak tunggu sebentar ya, aku ambil dlu ke dalam. (masuk ke dalam ruangan B.produksi)
ini kak bajunya.

Pelangggan : iya kak makasi ya aku buru buru nih, (mengambil baju dan langsung pulang).

sesampainya di rumah pelanggan mencoba baju tersebut dan merasakan ketidak nyamanan dan tidak pas di bagian lengan dan dada pada baju yang baru saja dia pesan.

Pelanggan : ini giimana sih kok jadi sempit gini  padahal acaranya 2 hari lagi.

kesesokan harinya pelanggan mendatangi tempat penjahitan dimana dia memesan baju 
dan kali ini si pelanggan hanya menemui bagian produksi di sebuah usaha jahit tersebut..

Pelanggan : , aku mau komplain  baju aku kok sempit gini di bagian dadanya,  padahal acara pesta nikahannya  besok..

BPr :oh maaf bu sebelumnya kami hanya melakukan kerja sesuai dengan pola dan design yang telah di siapkan atau di bentuk oleh designer nya, jadi kalau ada kesalahan atau ketidak puasan mengenai baju ini, sebaiknya langsung saja kepada bagian design nya karna bagian itu yang mengukur ukuran baju nya ibu..

Pelanggan : saya ngga mau tau pokoknya..

BPr : iya bu tunggu sebentar

BPr pun masuk kedalam ruangan bagian perencanaan dan menjelaskan bahwa ada pelananggan yang kompain mengenai baju pesanan.

BPr : ada pelanggan yang kompain mengenai baju pesanan seminggu yang lalu dan sekarang ibu itu mengeluh bahwa baju nya kekecilan. ibunya ngotot ke saya padahal saya hanya membuat baju sesuai dengan pola dan design yang sudah di tentukan .

BP : perasaan saya sudah mengukur badan ibu itu sesuai dengan permintaan yang beliau minta dan ibu itu meminta bahwa inginnya baju trsebut pas di badan . saya bingung kalau si ibu bilang bajunya kekecilan.
coba kamu cek lagi atau kamu yang salah menjahit polanya ,,


di tengah perdebatan General manager datang 

GM : ada apa ini ??

BPr : begini di depan ada pelanggan kompain mengenai baju nya. padahal saya sudah jahit sesuai ukuran yang di design.lalu beliau kompain tidak muat.

BP : saya juga sudah mengukur sesuai badan ibu sesuai juga dengan permintaannya yakni dengan ukuran pas.

GM : tunggu sebentar saya akan menemui konsumennya

GM : bajunya kekecilan ya mbaa  ?

Pelanggan : iya , ini gimanasih , padahal pestanya  besok. kalau di perbaiki lagi, apa itu siap dan sesuai?

GM : gini aja mbaa, bajunya akan kami  permak ulang  dan insyaallah akan selesai sore nanti dan sebagi  wujut permintaan maaf kami, akan di antar langsung ke rumah mba langsung.

Pelanggan : oke ya mbaa, saya butuh capat karna saya ngga mau terlihat ngga siap untuk besok.

GM : oke kak , makasi yaa dan maaf untuh kesalahan kami..

Pelanggan :ngga masalah mba asalkan ada pertanggung jawabannya. kalau gitu saya mau pulang dulu.

setelah pelanggan pulang, GM menemui BP dan BPr

GM : permisi senbentar boleh ikut saya keruangan saya ?
(setelah sampai di ruangan) boleh saya lihat catatan ukuran pola ?

BP :ini bu

GM : coba saya tanya (BP) ini ukuran dada berapa ?

BP : 95 bu

GM : menurut kamu ini ukuran berapa (BPr) ?

BPr : 93 bu

GM : ya itu,  untuk kamu (BP) lain kali kalau nulis angka yang jelas sehingga ketika proses produksi barangn  tidak trjadi salah paham. dan untuk kamu (BPr) kalau udh jelas tulisannya kurang jelas langsung saja tanyakan dan jangan bertahan dengan anggapan yang memang kurang jelas.
saya harap lain kali kalian bisa bekerja sama dengan baik ya. demi kepercayaan konsumen. saya tidak mau ada kasus seperti ini lagi lain kali ..

(BP,BPr) : baik bu ...

#TAMAT

Inti silo dalam kasus di atas :
Disini terjadi "silo" antara bagian produksi dan bagian perencanaan, sehingga ketika ada kesimpang siuran, tidak ada komunikasi yang jelas sehingga menyebab kan output atau hasil akhir dari produksi barang tersebut menjadi berbeda dengan yang seharusnya.

Penyelesaian maslaah dari kasus di atas adalah :
Bagian General manager  meminta maaf kepada konsumen dan bersedia menjanjikan pendekorasian ulang baju untuk si pelanggan dengan cepat dan dengan layanan antar barang sebagai bentuk permintaan maaf.

2 comments

Rule ------
Silahkan berkomentar yang sopan dan santun, untuk kritik dan saran bisa langsung kirim melalui pesan pada menu Kontak.